Selasa, 24 November 2015



Transportation and Distribution System di Jakarta
                   I.            LATAR BELAKANG
Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia mengalami perkembangan yang sangat  pesat pada berbagai bidang. Selain menjadi pusat kegiatan pemerintah, Kota Jakarta juga telah menjadi sentral bisnis dan niaga yang sangat maju di Indonesia.

                II.            PEMBAHASAN
Sarana transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang peranan vitaldalam aspek sosial ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah satu dengan daerah yang lain. Distribusi barang, manusia, dll. akan menjadi lebih mudah dan cepat bila sarana transportasi yang ada berfungsi sebagaimana mestinya sehingga transportasi dapat menjadi salah satu sarana untuk mengintegrasikan berbagai wilayah di Indonesia khususnya di daerah Jakarta .
Melalui transportasi penduduk antara wilayah satu dengan wilayah lainya dapat ikut merasakan hasil produksi yang rata maupun hasil pembangunan yang ada.
Distribusi adalah suatu kegiatan memindahkan produk dari pihak supplier ke konsumen dalam suatu supplay chain. Distibusi secara langsung mempengaruhi biaya supply chain oleh Karena itu distribusi bisa di bilang adalah kunci dari kesuksesan. Sedangkan Transportasi sendiri merupakan suatu presentasi awal dari suatu rangkaian supplay chain sampai ke konsumen dengan bergeraknya suatu pruduk dari satu tempat menuju ke tempat lainya.
System Transportasi dan Distribusi Merupakan suatu managemen pengelolaan terhadap proses suatu kegiatan untuk mengetahui perpindahan suatu produk dari satu lokasi ke lokasi berikutnya yang mana pergerakan seperti ini biasanya membentuk dan menghasilkan adanya suatu jaringan atau system. Sistem Transportasi dan distribusi sangat menentukan kemampuan mengirimkan produk ke tempat konsumen dengan jumlah yang sesuai, waktu yang tepat, serta kondisi sautu produk merupakn hal yang menentukan dari sisi kompetitif produk tersebut di market produk itu sendiri.

       I.            Metode Penelitian

Ahli tata kota Marco Kusumawijaya mengatakan karena sudah sangat dibutuhkan, perbaikan sarana transportasi di Jakarta harus dimulai dari yang  sederhana terlebih dahulu dengan menggunakan anggaran pemerintah daerah.Menurut Marco, pembenahan sistem transportasi Jakarta harus dimulai dengan memperbaiki sistem bus karena biayanya relatif murah.Menurut saya tepat jika kita mulai dengan memperbaiki sistem bus dulu. Kapasitas sistem bus kita ini mesti ditingkatkan antara tiga sampai lima kali, dan itu biayanya relatif murah. Tetapi memang memerlukan pembenahan sistem, dan perbaikannya itu berkesinambungan karena yang diperbaiki adalah manajemen dan sumber daya manusianya,” ujar Marco
Sebelumnya, Menteri Koordinasi bidang Perekonomian menegaskan pemerintah pusat sangat mendukung upaya pemerintah daerah Jakarta untuk meningkatkan sistem transportasi.
“Sebetulnya DKI sudah punya planning, planningnya adalah membentuk semacam elevated busway (jalur bus yang dinaikkan). Silakan, apakah dilanjutkan monorel, atau elevated busway atau apapun namanya, yang penting itu berjalan,”
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan bahwa jika pihak swasta akan dilibatkan dalam pembangunan sistem transportasi Jakarta, investor siap berinvestasi. Ia menambahkan, kemacetan dan minimnya fasilitas transportasi yang layak di Jakarta sangat mengganggu kinerja ekonomi di pusat ibu kota dan berpengaruh negatif terhadap ekonomi nasional.
Saat melakukan kunjungan ke berbagai lokasi untuk mengetahui secara langsung sarana transportasi ibu kota beberapa waktu lalu, Gubernur Jakarta yang baru, AHOK, terkejut dengan kondisi yang ada saat ini.

“Kopaja, Metro Mini yang dulu saya naiki tahun 1985 sekarang masih ada. Ada yang [sudah berusia] 15, 20, 30 tahun. Kendaraan itu sudah tidak layak. Bus itu sudah tidak layak. Ini di ibukota negara, sehingga perlu ada peremajaan total, entah dengan pola subsidi atau hibah,” ujar Pak Ahok
Selain perbaikan sarana transportasi berupa angkutan umum, pemerintah pusat dan daerah juga berencana meningkatkan ruas jalan. Pemerintah Daerah Jakarta mencatat dari panjang jalan yang ada di Jakarta saat ini mencapai 7.200 kilo meter, hanya 60 persen dalam kondisi layak digunakan.
Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan sekitar 1.200 unit per hari, sementara pertumbuhan panjang dan luas jalan sekitar 0,01 persen per tahun, Jakarta diperkirakan macet total pada 2014 mendatang.
Selain itu, luas wilayah daratan Jakarta sekitar 661 kilometer persegi harus menanggung aktivitas masyarakat yang berjumlah sekitar 12 juta orang pada siang hari dan sekitar 10 juta orang pada malam hari.
             III.            KESIMPULAN
Jadi kesimpulan nya adalah kota Jakarta sebagai kota metropolitan dan sebaga pusat pemerintahan yang sudah pasti sangat banyak orang mengadu nasib debgan dating ke ibu kota Negara ini, yang akan menimbulkan kepadatan yang sangat luar biasa seperti sekarang ini,
Salah satunya berdampak pada transportasi dan distribusi karena banyak nya masyarakat Jakarta yang menggunakan kendaraan pribadi sehingga menimbulkan kemacetan dan menghambat distribusi.
Solusinya  adalah dengan memperbaiki system transpormaasi dan distribusi yaitu dengan cara membenahi alat transportasinya seperti bus langkah ini akan berpengaruh terhadap masyarakat  untuk menggunakan transportasi umum sehingga kemacetan di Jakarta akan berkurang,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar