Transportation
and Distribution System di Jakarta
I.
LATAR BELAKANG
Jakarta sebagai Ibu kota negara
Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat pada berbagai bidang. Selain menjadi
pusat kegiatan pemerintah, Kota Jakarta juga telah menjadi sentral bisnis dan
niaga yang sangat maju di Indonesia.
II.
PEMBAHASAN
Sarana
transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang peranan vitaldalam
aspek sosial ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah satu dengan daerah
yang lain. Distribusi barang, manusia, dll. akan menjadi lebih mudah dan cepat
bila sarana transportasi yang ada berfungsi sebagaimana mestinya sehingga
transportasi dapat menjadi salah satu sarana untuk mengintegrasikan berbagai
wilayah di Indonesia khususnya di daerah Jakarta .
Melalui
transportasi penduduk antara wilayah satu dengan wilayah lainya dapat ikut
merasakan hasil produksi yang rata maupun hasil pembangunan yang ada.
Distribusi
adalah suatu kegiatan memindahkan produk dari pihak supplier ke konsumen dalam
suatu supplay chain. Distibusi secara langsung mempengaruhi biaya supply chain
oleh Karena itu distribusi bisa di bilang adalah kunci dari kesuksesan.
Sedangkan Transportasi sendiri merupakan suatu presentasi awal dari suatu
rangkaian supplay chain sampai ke konsumen dengan bergeraknya suatu pruduk dari
satu tempat menuju ke tempat lainya.
System Transportasi dan
Distribusi Merupakan suatu managemen pengelolaan terhadap proses suatu kegiatan
untuk mengetahui perpindahan suatu produk dari satu lokasi ke lokasi berikutnya
yang mana pergerakan seperti ini biasanya membentuk dan menghasilkan adanya
suatu jaringan atau system. Sistem Transportasi dan distribusi sangat
menentukan kemampuan mengirimkan produk ke tempat konsumen dengan jumlah yang
sesuai, waktu yang tepat, serta kondisi sautu produk merupakn hal yang
menentukan dari sisi kompetitif produk tersebut di market produk itu sendiri.
I.
Metode Penelitian
Ahli
tata kota Marco Kusumawijaya mengatakan karena sudah sangat dibutuhkan,
perbaikan sarana transportasi di Jakarta harus dimulai dari yang
sederhana terlebih dahulu dengan menggunakan anggaran pemerintah daerah.Menurut
Marco, pembenahan sistem transportasi Jakarta harus dimulai dengan memperbaiki
sistem bus karena biayanya relatif murah.Menurut saya tepat jika kita mulai
dengan memperbaiki sistem bus dulu. Kapasitas sistem bus kita ini mesti
ditingkatkan antara tiga sampai lima kali, dan itu biayanya relatif murah.
Tetapi memang memerlukan pembenahan sistem, dan perbaikannya itu
berkesinambungan karena yang diperbaiki adalah manajemen dan sumber daya manusianya,”
ujar Marco
Sebelumnya,
Menteri Koordinasi bidang Perekonomian menegaskan pemerintah pusat sangat
mendukung upaya pemerintah daerah Jakarta untuk meningkatkan sistem
transportasi.
“Sebetulnya DKI sudah punya planning, planningnya adalah membentuk semacam elevated busway (jalur bus yang dinaikkan). Silakan, apakah dilanjutkan monorel, atau elevated busway atau apapun namanya, yang penting itu berjalan,”
“Sebetulnya DKI sudah punya planning, planningnya adalah membentuk semacam elevated busway (jalur bus yang dinaikkan). Silakan, apakah dilanjutkan monorel, atau elevated busway atau apapun namanya, yang penting itu berjalan,”
Ketua
Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan bahwa
jika pihak swasta akan dilibatkan dalam pembangunan sistem transportasi
Jakarta, investor siap berinvestasi. Ia menambahkan, kemacetan dan minimnya
fasilitas transportasi yang layak di Jakarta sangat mengganggu kinerja ekonomi
di pusat ibu kota dan berpengaruh negatif terhadap ekonomi nasional.
Saat
melakukan kunjungan ke berbagai lokasi untuk mengetahui secara langsung sarana
transportasi ibu kota beberapa waktu lalu, Gubernur Jakarta yang baru, AHOK,
terkejut dengan kondisi yang ada saat ini.
“Kopaja, Metro Mini yang dulu saya naiki tahun 1985 sekarang masih ada. Ada yang [sudah berusia] 15, 20, 30 tahun. Kendaraan itu sudah tidak layak. Bus itu sudah tidak layak. Ini di ibukota negara, sehingga perlu ada peremajaan total, entah dengan pola subsidi atau hibah,” ujar Pak AhokSelain perbaikan sarana transportasi berupa angkutan umum, pemerintah pusat dan daerah juga berencana meningkatkan ruas jalan. Pemerintah Daerah Jakarta mencatat dari panjang jalan yang ada di Jakarta saat ini mencapai 7.200 kilo meter, hanya 60 persen dalam kondisi layak digunakan.
Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan sekitar 1.200 unit per hari, sementara pertumbuhan panjang dan luas jalan sekitar 0,01 persen per tahun, Jakarta diperkirakan macet total pada 2014 mendatang.
Selain itu, luas wilayah daratan Jakarta sekitar 661 kilometer persegi harus menanggung aktivitas masyarakat yang berjumlah sekitar 12 juta orang pada siang hari dan sekitar 10 juta orang pada malam hari.
“Kopaja, Metro Mini yang dulu saya naiki tahun 1985 sekarang masih ada. Ada yang [sudah berusia] 15, 20, 30 tahun. Kendaraan itu sudah tidak layak. Bus itu sudah tidak layak. Ini di ibukota negara, sehingga perlu ada peremajaan total, entah dengan pola subsidi atau hibah,” ujar Pak AhokSelain perbaikan sarana transportasi berupa angkutan umum, pemerintah pusat dan daerah juga berencana meningkatkan ruas jalan. Pemerintah Daerah Jakarta mencatat dari panjang jalan yang ada di Jakarta saat ini mencapai 7.200 kilo meter, hanya 60 persen dalam kondisi layak digunakan.
Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan sekitar 1.200 unit per hari, sementara pertumbuhan panjang dan luas jalan sekitar 0,01 persen per tahun, Jakarta diperkirakan macet total pada 2014 mendatang.
Selain itu, luas wilayah daratan Jakarta sekitar 661 kilometer persegi harus menanggung aktivitas masyarakat yang berjumlah sekitar 12 juta orang pada siang hari dan sekitar 10 juta orang pada malam hari.
III.
KESIMPULAN
Jadi kesimpulan nya
adalah kota Jakarta sebagai kota metropolitan dan sebaga pusat pemerintahan
yang sudah pasti sangat banyak orang mengadu nasib debgan dating ke ibu kota
Negara ini, yang akan menimbulkan kepadatan yang sangat luar biasa seperti
sekarang ini,
Salah satunya berdampak
pada transportasi dan distribusi karena banyak nya masyarakat Jakarta yang
menggunakan kendaraan pribadi sehingga menimbulkan kemacetan dan menghambat
distribusi.
Solusinya adalah dengan memperbaiki system transpormaasi
dan distribusi yaitu dengan cara membenahi alat transportasinya seperti bus
langkah ini akan berpengaruh terhadap masyarakat untuk menggunakan transportasi umum sehingga
kemacetan di Jakarta akan berkurang,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar